Selasa, 10 April 2012

Perbandingan Bimbingan dan Konseling Pola 17+ dan Bimbingan Komprehensif

Ditulis Oleh : Wilujeng Dwi
Wednesday, 11 April 2012




Bab I
Perbandingan Bimbingan dan Konseling Pola 17+ dan Bimbingan Komprehensif
No
Aspek pembanding
Pola 17+
Komprehensif
Persamaan
Perbedaan
1.
Pengertian
Pemberian bantuan kepada peserta didik melalui, enam bidang bimbingan, sembilan layanan, dan enam layanan pendukung yang sesuai dengan norma yang berlaku.

Pemberian bantuan kepada peserta didik melalui layanan dasar bimbingan, layanan responsive, layanan perencanaan individual dan dukungan system sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Sama-sama proses pemberian bantuan kepada peserta didik.
Perbedaan ada dalam hal layanannya.
2.
Tujuan
Membantu peserta didik mengenal bakat , minat , dan kemampuannya, serta memilih dan menyesuaikan diri dengan kesempatan, pendidikan, dan merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja.
Membantu peserta didik mengenal bakat , minat , dan kemampuannya, serta memilih dan menyesuaikan diri dengan kesempatan, pendidikan, dan merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja. Serta mengembangkan pola 17+
Sama-sama Membantu peserta didik untuk mengenal dirinya
Bimbingan komprehensif mengembangkan pola 17+
3.
Fungsi
-Pemahaman
-Pencegahan
-Perbaikan
-Pemeliharaan
-Pengembangan
-Penyaluran
-Penyesuaian
-Adaptasi
-Pemahaman
-Pencegahan
-Penyesuaian
-Pemecahan

Sama-sama memiliki fungsi:
ü  Pemahaman
ü  Pencegahan
ü  Penyesuaian
ü  pemecahan
Pada bimbingan komprehensif tidak ada fungsi:
ü  perbaikan
ü  pemeliharaan
ü  pengembangan
ü  penyaluran
ü  penyesuaian
ü  adaptasi
Sementara pola 17+ tidak punya fungsi pemecahan
4.
Layanan
·      Orientasi
·      Informasi
·      Penempatan dan         penyaluran
·      Pembelajaran
·      Konseling perorangan
·      Bimbingan kelompok
·      Konseling kelompok
·      Konsultasi
·      Mediasi
·      Layanan dasar bimbingan
·      Layanan responsive
·      Layanan perencanaan individual
·      Dukungan sistem


Tidak ada persamaan
Berbeda jenis layanannya
5.
Bimbingan
Ø  Pribadi
Ø  Social
Ø  Karier
Ø  Belajar
Ø  Keberagamaan
Ø  Keberkeluargaan
Ø  Pribadi
Ø  Social
Ø  Karier
Ø  Belajar
Ø  Keberagamaan
Ø  Keberkeluargaan
Mempunyai bimbingan yang sama


Tidak ada perbedaanya
6.
Kegiatan pendukung
v Aplikasi instrumentasi
v Himpunan data
v Konferensi kasus
v Kunjungan rumah
v Alih tangan kasus
v Terapi kepustakaan
v Aplikasi instrumentasi
v Himpunan data
v Konferensi kasus
v Kunjungan rumah
v Alih tangan kasus
v Terapi kepustakaan
Mempunyai kegiatan pendukung yang sama
Tidak ada perbedaanya
7.
Tempat kegiatan
Dapat dilaksanakan diluar maupun didalam kelas
Dapat dilaksanakan diluar maupun didalam kelas
Mempunyai tempat kegiatan yang sama
Tidak ada perbedaanya






Bab II
Bimbingan dan Koseling Pola 17+

1.      Pengertian Bimbingan dan Konseling Pola 17+
Bimbingan dan konseling pola 17+ adalah pemberian bantuan kepada peserta didik melalui, enam bidang bimbingan, sembilan layanan, dan enam layanan pendukung yang sesuai dengan norma yang berlaku.

2.      Tujuan Bimbingan dan Konseling Pola 17+
Secara umum tujuan bimbingan dan konseling pola 17+ adalah membantu peserta didik mengenal bakat , minat , dan kemampuannya, serta memilih dan menyesuaikan diri dengan kesempatan, pendidikan, dan merencanakan karier yang sesuai dengan tuntutan kerja. Secara khusus bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi, social, belajar, dan karier.

3.      Fungsi Bimbingan dan Konseling Pola 17+
§  Fungsi pemahaman, fungsi yang menghasilkan pemahaman peserta didik tentang diri dan lingkungan.
§  Fungsi pencegahan, fungsi yang berupaya mencegah peserta didik agar tidak menemui permasalahan yang dapat mengganggu, menghambat, atau menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangannya.
§  Fungsi perbaikan, fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu peserta didik mengatasi berbagai permasalahan yang di hadapi.

Senin, 09 April 2012

12 Tipe Gaya Kepribadian (Gregory; 2005)


Ditulis Oleh Sisca Malinda   
Tuesday, 10 April 2012

Gaya kepribadian seseorang dapat dibagi menjadi 12 tipe (Gregory; 2005), yaitu: 

1. Kepribadian yang mudah menyesuaikan diri
Seseorang dengan gaya ini mudah meyesuiakan diri, karena dia memandang hidup ini sebagi perayaan dan setiap harinya sebagai pesta yang berpindah. Orang ini komunikatif, bertanggung jawab, ramah, santun dan memprhatikan perasan orang lain, jarang agresif, kompetitif dan destruktif. 

2. Kepribadian yang Berambisi
Orang ini memang penuh ambisi terhadap semua hal, mereka menyambut tantangan, berkompetisi dengan senang hati dan sengaja. Kadang-kadang secara terbuka menunjukkan sikap agresif. Ia cendrung bersikap hati-hati. 

3. Kepribadian yang Mempengaruhi
Orang ini menunjukkan keprcayaan diri dan berdikari serta mendekati setiap tugas dalam hidup dengan cara seksama, tuntas dan sistematis dan efisien. 

4. Kepribadian yang Berprestasi
Orang ini menghendaki kesempatan untuk bermain dengan baik dan cemerlang. Jika mungkin untuk mempesonakan yang lain agar mendapatkan sambutan yang baik, kasih sanyang dan tepuk tangan orang lain, dalam hal ini berarti menerima. Mereka memandang hidup dengan selera kuat untuk melakukan hal yang menarik baginya. 

5. Kepribadian yang Idealis
Orang ini melihat hidup ini dengan dua cara, yakni hidup sebagaiman nyata adanya dan hisup sebagiman aseharusnya. 

6. Kepribadian yang Sabar
Orang ini memang sabar (hampir tidak pernah putus asa), ramah tamah, dan rendah hati. Mereka jarang sekali tinggi hati dan kasar. Mereka menghargai kepercayaan, kebenaran dan selalu penuh harapan.

7. Kepribadian yang Mendahului
Orang ini menjunjung tinggi kualitas. Mereka yakin bahwa dia adalah seorang manusia yang mempunyai syarat yang cukup dan akan berhasil dalam melaksanakan tugas apa mereka terima. 

8. Kepribadian yang Perseptif
Orang ini cepat tanggap terhadap rasa sakit dan kekurangan baik yang dialaminya sendiri m aupun dialami orang lain, sekalipun orang itu asing bagi dirinya. Mereka biasanya bersahaja, jujur dan menyenangkan, ramah tamah dan tanggap, setia dan adil, seorang teman sejati yang persahabatannya tahan lama. 

9. Kepribadian yang Peka
Orang ini suka termenung, berintrospeksi, dan sangat peka terhadap suasana jiwa dan sifat-sifatnya sendir, perasaan dan pikirannya. Dan dia juag memiliki kepekaan terhadap suasana jiwa, sifat dan pikiran orang lain. 

10. Kepribadian yang Berketetapan
Orang ini menekankan pada landasan dari gaya kepribadiannya yaitu kebenaran, tanggung jawab dan kehormatan. Dalam segala hal mereka berusaha melakukan hal yang benar, bertanggung jawab, dengan demikian mereka pantas mendapt kehormatan dari keluarga, teman dan atasan. 

11. Kepribadian yang Ulet
Orang ini memandang hidup sebagai suatu perjalanan atau ziarah. Setiap hari dia melangkah maju di atas jalan hidup ini dengan harapan besar mampu mampu mewujudkan harapan dan cita-citanya, sambil menguatkan keyakinannya. 

12. Kepribadian yang Berhati-hati
Orang ini teliti, berhati-hati, tuntas, dan senantiasa mencoba menunaikan kewajibannya secara sosial dalam pekerjaan sebagai warga negara atau yang ada hubungan dengan masalah-masalah keuangan.


Minggu, 08 April 2012

Definisi Bimbingan Kelompok Menurut Para Ahli

Ditulis Oleh Wilujeng Dwi
Sunday, 08 April 2012

  1. Tohirin (2007: 170) menyebutkan bahwa bimbingan kelompok adalah suatu cara memberikan bantuan kepada individu (siswa) melalui kegiatan kelompok. Dalam bimbingan kelompok merupakan sarana untuk menunjang perkembangan optimal masing-masing siswa, yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari pengalaman pendidikan ini bagi dirinya sendiri (dalam Winkel & Sri Hastuti, 2004: 565).
  2. Dewa Ketut Sukardi (2008: 64) menyatakan bahwa bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari narasumber tertentu (terutama dari pembimbing/ konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. 
  3. Prayitno (1995: 178) mengemukakan bahwa Bimbingan kelompok adalah Suatu kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dengan memanfaatkan dinamika kelompok. Artinya, semua peserta dalam kegiatan kelompok saling berinteraksi, bebas mengeluarkan pendapat, menanggapi, memberi saran, dan lain-lain sebagainya; apa yang dibicarakan itu semuanya bermanfaat untuk diri peserta yang bersangkutan sendiri dan untuk peserta lainnya.
  4. Romlah (2001: 3) mendefinisikan bahwa bimbingan kelompok merupakan salah satu teknik bimbingan yang berusaha membantu individu agar dapat mencapai perkembangannya secara optimal sesuai dengan kemampuan, bakat, minat, serta nilai-nilai yang dianutnya dan dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok ditujukan untuk mencagah timbulnya masalah pada siswa dan mengembangkan potensi siswa.  
  5. Sukardi (2003: 48) Layanan bimbingan kelompok dimaksudkan untuk memungkinkan siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber (terutama guru pembimbing) yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari baik sebagai individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat.  
  6. Wibowo (2005: 17) menyatakan bahwa bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok dimana pimpinan kelompok menyediakan informasi-informasi dan mengarahkan diskusi agar anggota kelompok menjadi lebih sosial atau untuk membantu anggota-anggota kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.  
  7. Webster, 1973 Bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan yang diberikan pada individu ditujukan pada situasi kelompok di mana anggota yang mengikuti suatu bantuan tersebut lebih dari dua orang dengan tujuan untuk mencegah timbulnya masalah pada siswa dan mengembangkan potensi siswa.  
  8. Prayitno, Bimbingan kelompok adalah layanan yang diberikan dalam suasana kelompok. Layanan ini diberikan untuk memberikan informasi yang bersifat personal, vokasional, dan sosial.  
  9. Achmad Juntika, Bimbingan kelompok adalah layanan yang dimaksudkan untuk memungkinkan klien/siswa secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Bahan yang dimaksudkan adalah bahan yang digunakan untuk mengambil keputusan. 
  10. Allson, Bimbingan kelompok adalah layanan yang membantu klien atau peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karier dan pengambilan keputusan serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.  
  11. Rochman Natawijaya, Bimbingan kelompok ditujukan untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada klien agar kemudian mereka dapat membuat rencana yang tepat serta membuat keputusan yang memadai mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masa depannya.  
  12. Gazda, 1989 Bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan yang diberikan kepada individu dalam situasi kelompok.  
  13. Winkel & Sri Hastuti (2004: 547) Bimbingan Kelompok adalah kegiatan kelompok diskusi yang menunjang perkembangan pribadi dan perkembangan sosial masing-masing individu-individu dalam kelompok, serta meningkatkan mutu kerja sama dalam kelompok guna aneka tujuan yang bermakna bagi para partisipan. 

Sabtu, 07 April 2012

Definisi Petunjuk Proksemik, Petunjuk Kinesik, Petunjuk Wajah, dan Petunjuk Paralinguistik

Ditulis Oleh Wilujeng Dwi
Saturday, 07 April 2012


1.      Petunjuk Proksemik
Proksemik adalah studi tentang penggunaan jarak dalam menyampaikan pesan; istilah ini dilahirkan oleh antroplog intercultural Eward T. Hall. Hall membagi jarak kedalam empat corak; jarak public, jarak sosial, jarak personal, dan jarak akrab. Jarak yang dibuat individu dalam hubungannya dengan orang lain menunjukkan tingkat keakraban di antara mereka.
Kita sering menyimpulkan keakraban seorang dengan orang lain dari jarak mereka, seperti yang kita amati. Kita menangapi sifat orang lain dari cara orang itu membuat jarak dengan kita. Dan caranya orang mengatur ruang mempengaruhi persepsi kita tentang orang itu.


2.      Petunjuk Kinesik (Kinesic Cues)
Petunjuk kinesik adalah persepsi yang didasarkan kepada gerakan orang lain yang ditunjukkan kepada kita. Beberapa penelitian membuktikan bahwa persepsi yang cermat tentang sifat-sifat dari pengamatan petunjuk kinesik. Begitu pentingnya petunjuk kinesik, sehingga apabila petunjuk-petunjuk lain (seperti ucapan) bertentangan dengan petunjuk kinesik, orang mempercayai yang terakhir. Mengapa? Karena petunjuk kinesik adalah yang paling sukar untuk dikendalikan secara sadar oleh orang yang menjadi stimuli (selanjutnya disebut persona stimuli-orang yang dipersepsi;lawan dari persona penanggap).
Petunjuk ini terdiri dari tiga kompunen utama yaitu:
a.       Pesan fasial
Pesan ini menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling sedikit sepuluh kelompok makna : kebahagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kemarahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman, minat, ketakjuban, dan tekad. Leathers (1976) menyimpulkan penelitian tentang wajah sebagai berikut:
·         Wajah mengkomunikasikan penilaian tentang ekspresi senang dan tak senang, yang menunjukkan komunikator memandang objek penelitiannya baik atau buruk.
·         Wajah mengkomunikasikan minat seseorang kepada orang lain atau lingkungan.
·          Wajah mengkomunikasikan intensitas keterlibatan dalam suatu situasi.
·         Wajah mengkomunikasikan tingkat pengendalian individu terhadap pernyataannya sendiri.
·         Wajah barangkali mengkomunikasikan adanya atau kurangnya pengertian.

b.      Pesan gestural
Menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan tangan untuk mengkomunikasikan berbagai makna. Menurut Galloway, pesan ini berfungsi untuk mengungkapkan:
 Mendorong/membatasi.
Menyesuaikan/mempertentangkan.
Responsif/tak responsif.
Perasaan positif/negatif.
 Memperhatikan/tidak memperhatikan.
 Melancarkan/tidak reseptif.
Menyetujui/menolak.
Pesan gestural yang mempertentangkan terjadi bila pesan gestural memberikan arti lain dari pesan verbal atau pesan lainnya. Pesan gestural tak responsif menunjukkan gestur yang yang tidak ada kaitannya dengan pesan yang diresponnya. Pesan gestural negatif mengungkapkan sikap dingin, merendahkan, atau menolak. Pesan gestural tak responsive mengabaikan permintaan untuk bertindak.
c.       Pesan postural
Berkaitan dengan keseluruhan anggota badan. Mehrabian menyebutkan tiga makna yang dapat disampaikan postur:
·         Immediacy
Merupakan ungkapan kesukaan atau ketidaksukaan terhadap individu yang lain. Postur yang condong kea rah lawan bicara menunjukkan kesukaan atau penilaian positif.
·         Power
Mengungkapkan status yang tinggi pada diri komunikator.
·         Responsiveness
Individu mengkomunikasikannya bila ia bereaksi secara emosional pada lingkungan, baik positif maupun negatif.

3.      Petunjuk Wajah
Diantara berbagai petunjuk non verbal, petunjuk fasial adalah yang paling penting dalam mengenali perasaan persona stimuli. Ahli komunikasi non verbal, Dale G. Leather (1976:21), menulis; “Wajah sudah lama menjadi sumber informasi dalam komunikasi interpersonal. Inilah alat yang sangat penting dalam menyampaikan makna.
Dalam beberapa detik ungkapan wajah dapat menggerakkan kita ke puncak keputusan. Kita menelaah wajah rekan dan sahabat kita untuk perubahan-perubahan halus dan nuansa makna dan pada gilirannya untuk menelaah kita”.
Walaupun petunjuk fasial dapat mengungkapkan emosi, tidak semua orang mempersepsi emosi itu dengan cermat. Ada yang sangat sensitive pada wajah, ada yang tidak.
Sekarang para ahli psikologi sosial sudah menemukan ukuran kecermatan persepsi wajah itu dengan tes yang disebut FMST-facial meaning sensitivity test (tes kepekaan makna wajah). Dengan tes ini, kepekaan kita menangkap emosi pada wajah orang lain dapat dinilai skornya.
4.       Petunjuk Paralinguistik
Yang dimaksud paralinguistik ialah cara orang mengucapkan lambing-lambang verbal. Jadi, jika petunjuk verbal menunjukkan ”aoa” yang diucapkan, petunjuk paralinguistik mencerminkan bagaimana mengucapkannya. Ini meliputi tinggi-rendahnya suara, tempo bicara, gaya verbal (dialek), dan interaksi (perilaku ketika melakukan komunikasi atau obrolan).
Suara keras akan dipersepsi marah atau menunjukkan hal yang sangat penting. Tempo bicara yang lambat, ragu-ragu, dan tersendat-sendat, akan dipahami sebagai ungkapan rendah diri atau kebodohan.
Dialek ”ug” digunakan menentukan persepsi juga. Bila perilaku komunikasi (cara bicara) dapat memberikan petunjuk tentang kepribadian persona stimuli, suara mengungkapkan keadaan emosional.
Merupakan pesan non-verbal yang berhubungan dengan cara mengucapkan pesan verbal. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda bila diucapkan dengan cara yang berbeda. Hal-hal yang membedakan antara lain : nada, kualitas suara, volume, kecepatan, dan ritme. Secara keseluruhan, pesan paralinguistik merupakan alat yang paling cermat unuk menyampaikan perasaan kita kepada orang lain.